FALSAFAH HIDUP

Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat -keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta

Jumat, 05 September 2008

mengapa harus berteriak


Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”
“Tapi…” Sang Guru balik bertanya; “lawan bicaranya justru berada disampingnya, jadi Mengapa harus berteriak ? Apakah ia tidak dapat berbicara secara halus ?” Hampir semua murid memberikan alasan yang berbeda. Namun tak ada satupun jawaban memuaskan hati guru tersebut.
Sang guru lalu berkata “Ketika 2 orang sedang berada dalam situasi marah, jarak hati mereka menjadi amat jauh, walaupun secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.”
Sang guru mesih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh CINTA ? Mereka tidak akan pernah berteriak, namun dengan suara yang halus dan dan kecil yang keluar dari kedua bibir mereka pun akan terdengar sangat jelas. Bahkan tanpa berbicarapun mereka mengerti apa yang dikatakan oleh lawan jenisnya. Mengapa Demikian ?Sang guru bertanya sambil memperlihatkan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuha pandagan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.
Sang guru masih melanjutkan,
“Ketika sedang dilanda kemarahan, janganlah hati kamu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara bijaksana.”
Powered by
ScribeFire.

Tidak ada komentar: